Arsip Blog

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) – Waroeng Tegal™


ORI adalah salah satu instrumen jangka menengah yang relatif aman dan memberi keuntungan di atas rata-rata bunga deposito yang berlaku saat ORI tersebut di terbitkan.

ORI merupakan surat berharga atau surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah yang tujuannya sebagai salah satu sumber pemasukkan pemerintah. ORI Pertama (ORI-001)  diterbitkan pemerintah tahun 2006, dengan kupon sebesar 12,5 persen per tahun. Sementara ORI-002 dan ORI-003 dikeluarkan pada tahun 2007, dengan  nilai masing-masing kupon sebesar 9,28 persen dan 9,40 persen per tahun. ORI-004 diterbitkan tahun 2008 memberikan kupon sebesar 9,5 persen. ORI-001 sampai ORI-004 sudah jatuh tempo.

Sementara yang saat ini beredar di pasar adalah ORI-005 dengan kupon 11,45 persen, ORI-006 berkupon 9,35 persen, ORI-007 dengan kupon 7,95 persen, ORI-008 yang memberikan kupon 7,35 persen, dan ORI-009 dengan kupon 6,25 persen.

Yang terakhir diterbitkan adalah ORI-009 dimana dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Oktober 2012 dan dijual melalui 22 agen penjual yang terdiri dari 17 bank dan 5 perusahaan sekuritas. 17 bank yang bertindak sebagai agen penjual ORI-009 diantaranya yaitu  Citibank, N.A lndonesia Branch, PT Bank ANZ lndonesia, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Central Asia Tbk,  PT Bank ClMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon lndonesia Tbk, PT Bank lnternasional lndonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NlSP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Perrnata Tbk, PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank UOB lndonesia, Standard Chartered Bank, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. Sementara itu lima perusahaan sekuritas yang juga bertindak sebagai agen penjual adalah, PT Danareksa Sekuritas, PT Mega Capital lndonesia, PT Reliance Securities Tbk, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Valbury Asia Securities.

Batas minimal pemesanan pembelian ORI cukup terjangkau yaitu Rp5 juta dengan maksimum pembelian Rp3 miliar. Cara untuk membeli ORI cukup mudah. Investor individu atau perorangan Warga Negara Indonesia  (WNI) bisa datang langsung ke agen penjual ORI yang diumumkan oleh Pemerintah. Setelah mengisi formulir pemesanan dan menyerahkan dana yang ingin diinvestasikan, investor akan menerima ORI sejumlah nilai tersebut.

Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:

  • ORI001: 12,05% (sudah jatuh tempo)
  • ORI002: 9,28% (sudah jatuh tempo)
  • ORI003: 9,40% (sudah jatuh tempo)
  • ORI004: 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)
  • ORI005: 11,45% (jatuh tempo 15 Sept 2013)
  • ORI006: 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)
  • ORI007: 7,95% (jatuh tempo 15 Agustus 2013)
  • ORI008: 7,3% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)

Jadi melihat dari daftar di atas, kemungkinan pada akhir tahun ini pemerintah akan menerbitkan kembali ORI seri 010

Tentang iklan-iklan ini

Perbandingan Tarif Trading Saham Online – Waroeng Tegal™


Berhubung sudah lama sekali tidak aktif dalam bermain saham, iseng saya bikin perbandingan antara beberapa sekuritas yang lumayan banyak digunakan orang terutama dari sisi fee nya. Karena banyak yang tidak tahu kalau saat transaksi jual beli saham itu ada fee yang dikenakan

Mandiri : Beli 0,18% dan Jual 0,28% Deposit awal Rp. 5 Juta

BNI : Beli 0,20% dan Jual 0,30% Deposit awal Rp. 5 Juta

eTrading : Beli 0,15% dan Jual 0,25% Deposit awal Rp. 10 Juta (kalau tidak salah semakin besar saldo, maka biaya akan semakin murah)

IPOT/Indo Premier : Beli 0,19% dan Jual 0,29% Deposit awal Rp. 100 ribu

Silakan kalau ada pengalaman lain, keterangan di atas saya coba cari langsung dari masing-masing web resmi perusahaan per bulan Mei 2013

 

Novel 8 Love Recipe – Waroeng Tegal™


Adonan dihadapanku tampaknya mulai mengembang, memang sudah saatnya udara mulai masuk ke campuran tepung terigu dan telur ini. Sepertinya adonan ini sudah siap untuk masuk ke dalam lemarin penyimpanan sebentar sebelum nanti kumasukkan dalam oven. Perasaan yang kudapat saat menguleni adonan memberikanku sensasi yang tidak dapat digambarkan, rasa hangat dari ragi yang semakin mengembang menjalar ke seluruh tubuhku melalui jari-jariku seperti membawaku ke dalam dunia yang lain.

Aroma bahan makanan dan kue di dapur ini telah menjadi sahabatku dalam 1 tahun terakhir, dan aku hafal aroma dari masing-masing makanan yang jadi menu di restoran ini. Bagi seorang yang kerja di bidang kuliner, indra penciuman adalah salah satu indra yang memegang peranan penting tentu selain mata dan lidah.

“Andre, meja 7 minta dessert nya untuk dikeluarkan. Ayo kamu cepat siapkan.” suara Pak Indra memecah lamunanku. Pak Indra adalah Manager Restoranku, orangnya baik tapi sangat tegas kalo berhubungan dengan pekerjaan. Jadi aku tahu, begitu ada perintah dalam hitungan detik menu yang di order harus siap. Kulihat sepintas ke secarik kertas order meja 7 dan tertulis order 2 strawberry frozen yoghurt dan 1 buah blueberry cheesecake. Station ku di dapur ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pastry, jadi persiapan dessert ini juga menjadi hal yang jadi tanggung jawabku.

Kuambil 4 scope strawberry frozen yoghurt dan kuletakkan masing-masing 2 scope dalam 2 mangkok, kemudian kuiris satu potong blueberry cheesecake dari 1 loyang yang sudah tersedia. Kupotong kecil-kecil buah segar untuk garnish di fro-yo dan kutaburi sedikit icing sugar di atas potongan cheesecake. Pesanan dessert pun telah siap, aku bawa ke depan meja penyajian dan siap dibawa waitress untuk dihidangkan.

Seorang waitress datang mengambil dessert yang sudah aku siapkan dan membawanya ke meja, aku sedikit penasaran dengan siapa yang memesan order dessert tersebut karena 2 pesanan tergolong menu sehat dan satu pesanan penuh lemak. Aku pun mengintip lewat jendela  di pintu penghubung dan terlihat 3 wanita cantik dihampiri oleh pelayan tersebut. Sebelum aku sempat melihat siapa diantara 3 wanita itu yang memesan blueberry cheesecake, suara Pak Indra kembali terdengar menyuruhku untuk mempersiapkan pesanan yang lain.

Novel 6 Guts – Waroeng Tegal™


Could a person is called a man, if he doesn’t want to take the risk. This is the story about a man that falling in love with a woman that also his co workers. But unfortunately because of the rule in their office that the employees can’t married each other makes the man is kept his feeling for himself and try to forget her. Until the time that the woman having relationship with other man, than he feels what love is really is and completely lost of his energy.

Well sometimes, like people said you don’t know what you’ve got until you loose it. But that is not the end, the story will end is still not decided yet. If the man really sure about his feelings and try to show maybe he will got the love of his life, even it is not sure.

Novel 3 In Love … Again? – Waroeng Tegal™


In love … Again?

Alexa
09.00 am july 5, 2013
“Suara apa sih itu, berisik sekali…. Apa aku ganti suara alarm ku ya?”
Dengan malas pun aku membuka mata, hey aku ada dimana. Kenapa kepalaku pusing ya, apakah kemarin aku kepentok sesuatu ya.
Pandanganku yang awalnya samar-samar mulai terlihat jelas, dan sumber bunyi yang aku pikir dari alarm ternyata dari suatu kotak berwarna putih yang berada di sebelah ranjangku.
Tanganku terasa berat, aku pun melirik dan melihat ada seorang laki-laki menggenggam tangan kiriku.
Siapa dia? Dan kenapa aku ada di sini, ini kan bukan tempat tidurku.
Malahan… Hah ini kan rumah sakit, aku pun berusaha mengingat kejadian terakhir. Tapi sensor saraf di sumsum tulang belakang tidak mau berkompromi untuk mengingat malah mengeluarkan sengatan neurologi yang diterjemahkan otakku sebagai rasa sakit yang luar biasa.
Aku pun urung untuk mencobanya lagi, dan mencoba mengisi paru-paruku dengan oksigen sebanyak-banyaknya.
Mungkin karena gerakan, gerakanku tadi. Laki-laki yang menggenggam tanganku tersentak bangun.
“Alex, syukurlah…..” Hanya kata-kata itu yang teucap dari bibirnya, dan matanya langsung berair dan terlihat beberapa tetes air matanya membasahi selimutku.
Siapa sih dia, kok sampai segitunya ngeliat aku bangun.
…..

Bima
11.15 pm july 4, 2013
Sudah 3 bulan sejak kecelakaan itu, aku sebenarnya tak sanggup untuk terus melanjutkan hidup. Apalagi aku penyebab satu-satunya keluarga yang kumiliki saat ini terbaring dihadapanku.
Hanya alat monitor jantung temanku selama 3 bulan ini, dialah satu-satunya penguat jiwaku menghadapi cobaan ini.
Sudah beberapa dokter yang kutanya, kapan alex akan bisa bangun dari komanya. Tapi mereka seperti sudah diprogram menjawab. Kami akan berusaha sekuatnya, namun Bapak juga mohon jangan berhenti berdoa meminta bantuan yang di atas.
Tapi aku sendiri masih takut jika alex benar-benar terbangun, apakah dia mau untuk memaafkan kesalahanku. Apakah aku masih berani untuk menatap wajahnya, untuk melihat langsung kedua matanya yang selalu bisa masuk melihat sampai kedalam hatiku.
Ada sentuhan ditanganku, walau hanya sekejap. Tapi aku tahu pemilik tangan itu. Seorang wanita yang telah menjadi pendamping hidupku tepat setahun di hari ini.
Apakah aku masih ada dalam mimpi, tapi indera perabaku mengkonfirmasi bahwa ini kenyataan. Perlahan aku mengangkat kepala, sembari berdoa dalam hati semoga tuhan benar telah mendengar doa-doaku dan menjawabnya.
Sampai kulihat kedua mata itu, tatapan yang sangat aku rindukan. Perasaanku bercampur, otakku tidak mengirimkan sinyal apapun, semua oksigen seperti telah hilang dari ruangan. Dadaku sesak dan sulit sekali untuk bernafas, rasa lega, haru, senang, semua bercampur.
Akhirnya hanya 2 kata yang meluncur dari mulutku, tak sadar pandanganku mulai kabur dan mulailah tetes air mataku berjatuhan.

RS Harapan bersama, Kamar anyelir, 09.15 am
Alexa
Kedua mata kami bertemu, pandangannya sungguh aneh. Seakan aku miliknya paling berharga yang pernah hilang dan telah kembali.
Aku terdiam, bingung apa yang harus aku katakan. Sepertinya dia sangat mengenalku, tetapi kenapa tidak ada satupun hal yang membantuku mengingat dia.
Pandanganku sedikit teralih ke meja di seberang, sekilas kulihat ada 3 buah foto dalam satu pigura diatasnya. Kenapa bisa ada foto aku berdua dengan dia di Paris? Sebenarnya siapa laki-laki dihadapanku ini.

Bima
Lama ku melihat matanya, tapi pandangannya masih menerawang jauh, mungkin efek baru tersadar dari komanya batinku. Matanya pun beralih melihat ke foto bulan madu kita ke Eropa, dan terhenti di foto menara eiffel. Foto favorit kita berdua, karena kita telah berjanji sejak kamu menerima lamaranku bulan madu kita harus ke Perancis dan kita mengucap janji bersama selamanya dibawah lampu menara Eiffel.

Kendali otakku mulai kudapat, akhirnya kuberanikan diri untuk mengatakan. “Alex, aku sungguh minta maaf. Aku sungguh menyesal, dan .. dan … aku tak tahu harus bagaimana dengan hidupku. Kalau aku tidak sempat meminta maaf padamu.”

Alex hanya terdiam, dan aku tersadar bahwa aku harus segera memanggil dokter. Segera ku memencet tombol disamping tempat tidur menandakan perlu bantuan segera.
Dua orang suster memasuki ruangan membawa peralatan medis, dan tak lama seorang dokter menyusul di belakangnya.

“Pak Bima, mohon dapat menunggu di luar sebentar” ujar salah satu suster.

Ah, sebenarnya aku masih ingin disamping Alex. Aku belum mendengar dia bicara satu patah kata pun, apakah dia benar bisa pulih seperti dulu. Beberapa menit di luar kamar, aku hanya bisa menyandar di dinding dan menatap kaca di pintu kamar. Berharap pintu itu segera membuka.

5 menit berlalu…
Sesosok berjas putih melangkah keluar dari kamar, “Pak Bima, keadaan ibu Alex stabil tetapi kami harus membawa ibu Alex ke ruang laboratorium” ujar Dr. Bryan.
“Memang ada apa dok?”
“Kami hanya melakukan pemeriksaan lebih lanjut Pak, memastikan kondisi ibu Alex lewat pemeriksaan EKG.”
Aku pun hanya mengangguk, kemudian  melihat ranjang Alex perlahan keluar menuju ruang laboratorium. Sekitar setengah jam berlalu sampai Alex kembali masuk ke kamar. Kulihat badannya masih lelah dan matanya mengantuk. “Kamu istirahat saja ya sayang, semoga nanti kamu bangun bisa lebih segar.”

08.00 am 10 Juli 2013
Alex

Aku terbangun dan mematikan alarm disamping tempat tidurku, 3 hari telah berlalu sejak meninggalkan rumah sakit dan kembali tinggal di “rumah”. Yah rumah walau aku sendiri tidak pernah merasa ini sebagai rumahku. Tidak ada memori sedikitpun yang tertinggal tentang rumah ini.

Bima pasti sudah berangkat ke kantor dari pagi, kuingat pembicaraanku dengannya semalam. Aku memaksa Bima untuk kembali bekerja di kantor dan memastikan bahwa tidak apa-apa ditinggal sendiri di rumah. Kalaupun ada sesuatu aku kan bisa langsung telepon dia. Walau di awal Bima seakan tidak mau mendengar, akhirnya dia luluh juga.

Kubuka lemari, mencari pengganti pakaianku yang sudah terasa lengket di badan. Saat kubuka laci, mataku tertarik dengan sebuah benda berwarna kecoklatan. Kuambil benda itu, ternyata selembar kertas yang terlipat. Kubuka lipatannya dan mulai kubaca, sepertinya tangan Bima karena ada tanda tangan beserta nama di bagian bawah surat itu.

Jakarta. 14 Februari 2012
Dear Alex,

Mungkin bagimu surat terlalu kuno, dan terkesan tidak gentle. Tapi sejak kamu tidak mau bertemu lagi dan tidak membalas sms maupun menjawab teleponku, aku hanya berharap kamu mau membaca surat ini.

“I remember that night, tears flowing down your face
But that was tears of joy
When I said I’ll never let you go
After you said don’t leave me here alone
Then we hug and kiss each other
But all of that’s gone

Please just close your eyes
I promise I’ll never let you down
Just think about heaven
You are the queen and I am the king but not just as a people leader but as a husband to you
No one will be able to hurt you
You’ll be alright
Even if the sun is down
I will keep you warm thru my hugs
and bring the light to lead you the way even it is very dark
So please just give me another chance

Will you?”
Bima

Hmmm kenapa Bima menulis surat seperti ini untukku, dan kenapa jantungku terasa berdetak lebih kencang sekarang.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 263 pengikut lainnya.