Arsip Blog

Novel 12 Love on Fire – Waroeng Tegal™


Suara sirine yang berulang, ditambah kilatan merah lampu semakin membuatku bingung.
“Coba diminum dulu air mineralnya mbak” suara seorang wanita memecah lamunanku
Kulihat sudah ada tangan yang menyodorkan sebotol air mineral dihadapanku.

Sejenak aku masih terdiam, mencoba mencerna apa sebenarnya yang terjadi. Ada seorang wanita paruh baya dihadapanku berpakaian putih yang memegang sebotol air mineral.
Perlahan kuraih air mineral itu dan meminumnya, otakku masih berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa kilasan gambar mulai melintas, kupejamkan mata dan menarik nafas dalam.

3 jam sebelumnya.

Tok tok tok…
Kupelankan volume suara dari iPodku, memastikan apakah ada yang mengetuk pintuku.
Tok tok tok…

Ternyata benar, tapi siapa yang malam-malam begini datang ke apartemenku. Seingatku tidak ada janji yang kubuat. Perlahan aku menuju pintu, tapi tepat sebelum kubuka pintu aku teringat berita di tv tentang perampokan penghuni apartemen beberapa hari yang lalu. Jadi kuarahkan mataku dahulu ke lubang pengintip untuk melihat siapa yang datang.

Tapi rasa penasaranku tidak terjawab, karena hanya lilin menyala yang kulihat. Kupasang rantai pengunci di pintu sebagai pengaman, dan perlahan kubuka untuk menuntaskan rasa penasaranku. Begitu kulihat siapa sosok yang ada di balik pintu, aku langsung tersenyum gembira.

“Alex, kamu tuh bikin aku ketakutan aja malam-malam gini.”
Alex adalah tunanganku, kurang dari 3 bulan lagi kami akan menikah dan malam ini dia ada dihadapanku membawa cake di tangannya.

“Malam Andrea sayang, happy aniversary.”

Aku cuma terdiam, kesibukan beberapa hari terakhir ini di kantor. Ditambah cerewetnya ibuku tentang persiapan untuk acara pernikahan seperti baju, gedung, catering membuatku lupa bahwa hari ini adalah perayaan hari jadiku dengan Alex.

Kami pun melangkah masuk dan duduk berdua di sofa apartemenku. Tangannya yang kekar medekapku dari belakang, dan aroma tubuhnya yang khas benar-benar membuatku nyaman dalam dekapannya.

Aku pun bercerita mengenai perkerjaan di kantor yang semakin banyak, belum ditambah bos baru yang hobinya marah-marah. Ditambah cerewetnya ibuku mengenai detail pada acara pernikahan nanti.

“Uhm… sayang, kamu sedang masak sesuatu?” Alex memotong ucapanku.
“Nggak Lex.”
“Kok aku mencium bau asap ya? Semakin lama kayaknya makin kuat baunya.”

Alex melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah pintu, melihat ke arah lobang pengintip.

“Ndre, cepat kamu ambil hp dan dompetmu.”
Raut muka Alex berubah serius, dan langsung menuju ke kamar mandi. Aku masih belum tahu apa yang terjadi, tapi aku pun menuruti apa katanya dan Alex pun keluar dengan handuk basah ditangannya. Samar-samar aku mulai mendengar suara seperti sirine polisi yang berasal dari luar.

“Tutup hidung kamu pakai saputangan ini.” Alex menyerahkan saputangannya kepadaku. Dan menutup kedua tubuh kami dengan handuk basah.
Lalu dia menuntunku ke arah pintu. “Pegang terus tanganku, jangan sampai lepas. Selalu tutup hidungmu pakai sapu tangan. Sekarang tarik napas yang panjang”

Begitu pintu dibuka, baru aku menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Asap hitam sudah memenuhi lorong di lantai apartemenku, pasti kebakarannya cukup besar karena asapnya cukup tebal.

Tanganku dicengkeram Alex, dan menarikku ke tengah-tengah asap. Mataku langsung terasa pedih saat berusaha melihat kemana Alex membawaku. Jadi aku pun mengurungkan niat dan hanya memejamkan mata sambil berusaha mengambil nafas. Tapi sulit sekali untuk berkonsentrasi di tengah suasana seperti ini.

Suara teriakan orang-orang di sekitarku saat berlari terdengar bersahut-sahutan, beberapa kali badanku juga terbentur orang lain.

“Ndre, kita sudah sampai tangga darurat. Hati-hati langkahmu jangan sampai tersandung.” Suara Alex mengingatkanku untuk kembali fokus tersadar dari lamunan.

Badanku kembali bertabrakan dengan orang lain di tangga darurat yang sempit ini. Padahal aku tahu Alex sudah berusaha untuk mendekap dan melindungiku. Dadaku terasa sangat sesak, penyakit asmaku tidak mau berkompromi di tengah asap tebal ini.

Kakiku terantuk sesuatu dan aku merasa melayang, tubuhku sontak kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling beberapa kali.

“Andre, kamu nggak apa-apa?” Teriakan Alex terdengar sesaat kemudian dan langsung terasa tangannya mencengkeram badanku.
“Dadaku sesak banget Lex, kaki kananku juga sepertinya terkilir.” Jawabku singkat
“Sudah kamu tutup mata saja dan coba ambil nafas pelan-pelan.”

Alex mengangkat tubuhku ke arah punggungnya dan mulai menggendongku sambil berlari menuruni tangga.

Oksigen dari masker di mulutku mulai mengisi ruang dalam paru-paru dan memperlancar aliran darah ke otakku. Aku pun mulai sadar bahwa Alex telah berhasil membawaku keluar dari gedung apartemen, dan yang ada dihadapanku adalah warna merah menyala berkobar hampir di seluruh bangunan.
Tanganku melepas masker dan perlahan mencoba berdiri, sampai ada seorang wanita yang menawarkanku sebotol air mineral.

Tapi dimana Alex, seharusnya dia ada bersamaku sekarang.
“Bu, dimana pria yang bersama saya?” Aku bertanya pada perawat yang memberiku minum.
“Maaf mbak, tadi mbak keluar sendirian ditolong oleh salah seorang pemadam kebakaran.”
Aku masih tak percaya kata-kata perawat tadi, dan mencoba berjalan memutari beberapa mobil ambulans yang ada.

Keadaan sangat kacau, orang bergeletakan dimana-mana. Tampak beberapa pemadam kebakaran masih mencoba memadamkan api yang ada. Sampai mataku tertuju pada seorang laki-laki dengan baju bermotif merah kotak-kotak yang terbaring di dekat salah satu ambulans dan masih menerima perawatan.

Aku sangat hafal corak baju itu, karena aku yang memilihkannya sebagai hadiah saat ulang tahun Alex  bulan lalu. Aku pun segera berlari untuk mendekati Alex. Ku raih dan genggam tangannya dengan erat.

Mata Alex perlahan membuka.

“Syukurlah kamu selamat Ndre, kamu baik-baik saja kan?” Suara berat Alex yang biasanya terdengar bertenaga kali ini sangat lirih tertutup masker oksigen di mulutnya.
Aku tak menjawab cuma bisa mengangguk dan tak kuasa menahan air mata yang mulai menetes membasahi kedua pipiku.

Senyuman terlihat dari mulutnya, tapi matanya mulai menutup kembali.

“Ndre, bangun. Jangan tinggalin aku kayak gini. Ndre….”

“Maaf mbak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi sepertinya terlalu banyak asap yang dihirup dari kebakaran.” Seseorang disebelahnya yang tampaknya seorang perawat coba menjelaskan.

Masih merasa tidak terima ku goncang-goncangkan badannya lebih keras lagi, tapi dia tetap tak bergerak dan tangisku pecah tak terkendali.

 

…….

Di dekat mobil ambulans yang lain ada seseorang dengan baju Pemadam Kebakaran melihat Andre yang menangis dan mendekap kepala Alex, dia hanya bisa mengamati pemandangan yang mengharukan itu dari jauh. “Kasai” nama yang tertulis di bajunya hampir tidak terbaca karena terkena debu dari asap kebakaran.

Pergolakan batin sedang terjadi dalam dirinya, dialah yang menyelamatkan kedua orang yang saat ini sedang dilihatnya. Dia sudah berusaha untuk kembali secepat mungkin menyelamatkan Andre setelah memastikan Alex mendapatkan perawatan medis, tapi sepertinya tidak cukup cepat. Sebenarnya peristiwa seperti ini sudah menjadi bagian dari kehidupannya sebagai Pemadam Kebakaran, tapi pesan Andre kepadanya sesaat sebelum dia menyerahkan ke tim medis benar-benar membuat jiwa dan pikirannya tidak menentu.

 

Tapi dia sendiri nggak bisa, karena sebelumnya dia pernah janji kalau nggak akan pernah jatuh cinta dan membuat orang jatuh cinta ke dia.
Ayahnya juga PMK yang meninggal saat tugas ketika dia masih dalam kandungan ibunya, maka dia dinamakan Kasai atau api dalam bahasa jepang.
Makanya sedari kecil dia bercita cita untuk meneruskan keinginan ayahnya dan nggak mau ngebuat orang lain seperti ibunya yang sedih ditinggal bapaknya. Karena itu drpada nanti ada seorang wanita yang sedih seperti ibunya, maka dia memutuskan untuk sendiri.

Pertentangan batin dalam hati Andrea yang susah untuk move on dan Juga Kasai yang love at first sight saat ngegendong Andrea keluar. Dia tahu jauh dalam lubuk hatinya, wanita ini yang akan dia lindungi setiap waktu sampai akhir hidupnya.
Sampai akhirnya Andrea tahu kalau Kasai yang nyelametin hidupnya dan Alex telah merestui jika dia berhubungan dengan Kasai.

5 Year Blogging – Waroeng Tegal™


I’ve got this message from wordpress :
Happy Anniversary!

You registered on WordPress.com 5 years ago!

Thanks for flying with us. Keep up the good blogging!

Well this means happy birthday my blog, hopefully my post can inspire others

Wow…. 5 years already past

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) – Waroeng Tegal™


ORI adalah salah satu instrumen jangka menengah yang relatif aman dan memberi keuntungan di atas rata-rata bunga deposito yang berlaku saat ORI tersebut di terbitkan.

ORI merupakan surat berharga atau surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah yang tujuannya sebagai salah satu sumber pemasukkan pemerintah. ORI Pertama (ORI-001)  diterbitkan pemerintah tahun 2006, dengan kupon sebesar 12,5 persen per tahun. Sementara ORI-002 dan ORI-003 dikeluarkan pada tahun 2007, dengan  nilai masing-masing kupon sebesar 9,28 persen dan 9,40 persen per tahun. ORI-004 diterbitkan tahun 2008 memberikan kupon sebesar 9,5 persen. ORI-001 sampai ORI-004 sudah jatuh tempo.

Sementara yang saat ini beredar di pasar adalah ORI-005 dengan kupon 11,45 persen, ORI-006 berkupon 9,35 persen, ORI-007 dengan kupon 7,95 persen, ORI-008 yang memberikan kupon 7,35 persen, dan ORI-009 dengan kupon 6,25 persen.

Yang terakhir diterbitkan adalah ORI-009 dimana dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Oktober 2012 dan dijual melalui 22 agen penjual yang terdiri dari 17 bank dan 5 perusahaan sekuritas. 17 bank yang bertindak sebagai agen penjual ORI-009 diantaranya yaitu  Citibank, N.A lndonesia Branch, PT Bank ANZ lndonesia, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Central Asia Tbk,  PT Bank ClMB Niaga Tbk, PT Bank Danamon lndonesia Tbk, PT Bank lnternasional lndonesia Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NlSP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Perrnata Tbk, PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank UOB lndonesia, Standard Chartered Bank, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. Sementara itu lima perusahaan sekuritas yang juga bertindak sebagai agen penjual adalah, PT Danareksa Sekuritas, PT Mega Capital lndonesia, PT Reliance Securities Tbk, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Valbury Asia Securities.

Batas minimal pemesanan pembelian ORI cukup terjangkau yaitu Rp5 juta dengan maksimum pembelian Rp3 miliar. Cara untuk membeli ORI cukup mudah. Investor individu atau perorangan Warga Negara Indonesia  (WNI) bisa datang langsung ke agen penjual ORI yang diumumkan oleh Pemerintah. Setelah mengisi formulir pemesanan dan menyerahkan dana yang ingin diinvestasikan, investor akan menerima ORI sejumlah nilai tersebut.

Seri ORI dan besaran kupon yang telah diterbitkan adalah:

  • ORI001: 12,05% (sudah jatuh tempo)
  • ORI002: 9,28% (sudah jatuh tempo)
  • ORI003: 9,40% (sudah jatuh tempo)
  • ORI004: 9,50% (sudah jatuh tempo 12 Maret 2012)
  • ORI005: 11,45% (jatuh tempo 15 Sept 2013)
  • ORI006: 9,35% (sudah jatuh tempo 15 Agustus 2012)
  • ORI007: 7,95% (jatuh tempo 15 Agustus 2013)
  • ORI008: 7,3% (jatuh tempo 15 Oktober 2014)

Jadi melihat dari daftar di atas, kemungkinan pada akhir tahun ini pemerintah akan menerbitkan kembali ORI seri 010

Perbandingan Tarif Trading Saham Online – Waroeng Tegal™


Berhubung sudah lama sekali tidak aktif dalam bermain saham, iseng saya bikin perbandingan antara beberapa sekuritas yang lumayan banyak digunakan orang terutama dari sisi fee nya. Karena banyak yang tidak tahu kalau saat transaksi jual beli saham itu ada fee yang dikenakan

Mandiri : Beli 0,18% dan Jual 0,28% Deposit awal Rp. 5 Juta

BNI : Beli 0,20% dan Jual 0,30% Deposit awal Rp. 5 Juta

eTrading : Beli 0,15% dan Jual 0,25% Deposit awal Rp. 10 Juta (kalau tidak salah semakin besar saldo, maka biaya akan semakin murah)

IPOT/Indo Premier : Beli 0,19% dan Jual 0,29% Deposit awal Rp. 100 ribu

Silakan kalau ada pengalaman lain, keterangan di atas saya coba cari langsung dari masing-masing web resmi perusahaan per bulan Mei 2013

 

Novel 8 Love Recipe – Waroeng Tegal™


Adonan dihadapanku tampaknya mulai mengembang, memang sudah saatnya udara mulai masuk ke campuran tepung terigu dan telur ini. Sepertinya adonan ini sudah siap untuk masuk ke dalam lemarin penyimpanan sebentar sebelum nanti kumasukkan dalam oven. Perasaan yang kudapat saat menguleni adonan memberikanku sensasi yang tidak dapat digambarkan, rasa hangat dari ragi yang semakin mengembang menjalar ke seluruh tubuhku melalui jari-jariku seperti membawaku ke dalam dunia yang lain.

Aroma bahan makanan dan kue di dapur ini telah menjadi sahabatku dalam 1 tahun terakhir, dan aku hafal aroma dari masing-masing makanan yang jadi menu di restoran ini. Bagi seorang yang kerja di bidang kuliner, indra penciuman adalah salah satu indra yang memegang peranan penting tentu selain mata dan lidah.

“Andre, meja 7 minta dessert nya untuk dikeluarkan. Ayo kamu cepat siapkan.” suara Pak Indra memecah lamunanku. Pak Indra adalah Manager Restoranku, orangnya baik tapi sangat tegas kalo berhubungan dengan pekerjaan. Jadi aku tahu, begitu ada perintah dalam hitungan detik menu yang di order harus siap. Kulihat sepintas ke secarik kertas order meja 7 dan tertulis order 2 strawberry frozen yoghurt dan 1 buah blueberry cheesecake. Station ku di dapur ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pastry, jadi persiapan dessert ini juga menjadi hal yang jadi tanggung jawabku.

Kuambil 4 scope strawberry frozen yoghurt dan kuletakkan masing-masing 2 scope dalam 2 mangkok, kemudian kuiris satu potong blueberry cheesecake dari 1 loyang yang sudah tersedia. Kupotong kecil-kecil buah segar untuk garnish di fro-yo dan kutaburi sedikit icing sugar di atas potongan cheesecake. Pesanan dessert pun telah siap, aku bawa ke depan meja penyajian dan siap dibawa waitress untuk dihidangkan.

Seorang waitress datang mengambil dessert yang sudah aku siapkan dan membawanya ke meja, aku sedikit penasaran dengan siapa yang memesan order dessert tersebut karena 2 pesanan tergolong menu sehat dan satu pesanan penuh lemak. Aku pun mengintip lewat jendela  di pintu penghubung dan terlihat 3 wanita cantik dihampiri oleh pelayan tersebut. Sebelum aku sempat melihat siapa diantara 3 wanita itu yang memesan blueberry cheesecake, suara Pak Indra kembali terdengar menyuruhku untuk mempersiapkan pesanan yang lain.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 268 pengikut lainnya.